Jembatan Gantung Mejo-Mukten Memprihatinkan

Minggu, 07 September 2014

Kajen-SK   Jembatan Gantung yang menghubungkan Desa Purworejo,kecamatan Sragi, dan Desa Randu mukti waren,kecamatan Bojong ,Kabupaten Pekalongan ini kondisinya sangat memprihatinkan, Jembatan yang melintas di atas sungai Kali Sragi ini memiliki lebar sekitar 1 m, dan panjang sekitar 100 m.

Berdasarkan informasi di lapangan Jembatan tersebut di bangun sekitar awal 2012 lalu, namun sejak jembatan ini di bangun ternyata fungsinya jauh dari yang di harapkan, pasalnya lebah jembatan di rasa sempit jadi mengurangi tingkat kenyamanan pengguna, terlebih jika melintas di jembatan gantung ini, pemakai pasti khawatir karena jembatan ini bergoyang jika di lintasi, bahkan penguna ada yang mengurungkan niatnya karena takut.

Tak hanya itu, saat ini jembatan tersebut juga nampak rusak, masyarakatpun mengupayakan perbaikan sementara dan ala kadarnya supaya jembatan tidak bolong dan bisa di lewati, pangkal jembatanpun sudah ada yang lepas dari bantalanya, sehinggan jika di lewati pergerakan jembatan sangat terasa, bahkan bisa sampai membuat kepala pusing.

Dari tingkat kerusakan jembatan tersebut bisa kapan saja mengancam keselamatan pengguna, misalnya terpeleset, dan bisa berakibat lebih fatal karena sungai di bawahnya juga sangat dalam, apalagi kalau musim hujan potensi rawan terhadap kecelakaan akan lebih besar.

Kepala desa Purworejo, Karyono, ketika di temui di ruang kerjanya mengakui prihatan dengan kondisi jembatan yang sedianya bisa memper mudah transportasi warganya dengan desa sebelah, jembatan tersebut juga di harapkan mampu menjadi jembatan alternatif antara masyarakat Kecamatan Sragi dan Bojong.
"Saya sudah kesana kemari mengupayakan untuk perbaikan jembatan tersebut, namun sampai sekarang belum ada jalan terang, pun demikian saya akan terus berusaha mencari jalan, supaya jembatan tersebut bisa secepatya di perbaiki, karena jembatan tersebut juga sangat di butuhkan masyarakat" pungkas Karyono. (F4)

Kawanan Pencuri gasak Kambing milik Warga

Minggu, 31 Agustus 2014

Tegalsuruh-Sragi (1/9),  Malang nasib Kusnadi, pria yang beralamat di Desa Tagalsuruh RT:01, Rw:07, Kecamatan Sragi, Pekalongan dan keseharianya bermata pencaharian sebagai penjual es cendol keliling ini dua kali kemalingan Kambing, yang unik rentan waktu pencurian tidak begitu lama, pertama terjadi pada hari selasa (26/8), kedua Sabtu (30/8) adapun kambing yang di gondol pencuri ada 3 ekor, dan rencananya akan di jual pada jelang Hari Raya Idul Adha nanti, namun apa daya nasip menentukan lain, Kusnadi hanya bisa pasrah.

Kejadian itu sontak menjadi perbincangan hangat warga sekitar, berbagai spekulasi tentang modus pencurianpun bermunculan.

Salah satu warga setempat, Wahyono bercerita, Malam itu ketika saya sedang bekerja bongkar muat baju milik salah satu Bos Konfeksi, saya sempat melihat mobil melaju sangat kencang dan sangat mencurigakan, tak lama kemudian saudara Kusnadi berteriak kalau Kambingnya telah dicuri, dugaan saya langsung mengarah ke mobil yang lewat tadi," ujarnya

"Karena saya sudah menaruh curiga kepada mobil yang lewat tadi, saya langsung mengajak rekan-rekan kerja saya untuk mengejarnya namun karena jeda waktunya cukup lama kami sudah tidak bisa mengejarnya lagi, dan saya punya asumsi kalau kawanan pencuri ini adalah pencuri spesialis kambing dan di lakukan lebih dari 2 orang" tambah Wahyono.

Sementara, Mujiono Tokoh masyarakat setempat mengatakan, Kawanan pencuri memang terkesan profesional indikasinya sudah mengunakan Mobil dalam beroperasi, di tambah berani beraksi di tempat yang sama dalam waktu yang sangat dekat.

" Saya berharap kedepan warga bisa lebih berhati-hati lagi, tidak hanya pemilik kambing, yang punya sepeda motor juga harus hati-hati, jika mau bepergianpun Rumah harus sudah di pastikan terkunci dengan baik, karena kejahatan bisa muncul jika ada kesempatan" pungkas Mujiono

Sabtu sorenya di sebuah kebun Tebu warga menemukan se ekor kambing yang nampakya habis terkena bius, dugaan muncul kambing tersebut adalah milik Kusnadi yang tingalkan pencuri karena gugup atau alasan lain yang mungkin bisa membahayakan aksinya.( F4)

Pleci Si Burung Merakyat

Kamis, 28 Agustus 2014

Kajen- kalangan pecinta Burung ocehan di Kabupaten Pekalongan belakangan ramai memperbincangan burung pleci, burung mungil yang besarnya kisaran ibu jari pria dewasa ini, belakangan menjadi trend di kalangan pecinta burung ocehan termasuk di Kabupaten Pekalongan.

Burung yang satu ini memiliki ciri warna hijau yang dominan, adapun ciri lainya burung ini memiliki alis yang tebal, maka beberapa orang menamainya dengan nama burung kaca mata.

Burung yang memiliki nama latin Zeteropsi ini awalnya tidak begitu di minati oleh masyarakat, di pasaran harganyapun sangat muarah, dari informasi di lapangan dulu Pleci bakalan (baru di tangkap) harganya paling Rp 3000, akan tetapi sekarang sudah mencapai Rp 25.000 sampai Rp 35.000.

Budi, salah satu pecinta burung ocehan ketika di tanya terkait burung Pleci mengatakan, Pleci memang lagi trend di pasaran karena harga bakalannya bisa di jangkau oleh semua kalangan, akan tetapi jika sudah jadi harganya bisa sangat fantastis, tidak hanya ratusan ribu, bahkan sudah ada yang tembus harga puluhan jutaan rupiah" ujar Budi.

"Pada event perlombaanpun Pleci sangat ramai pesertanya, satu hal yang perlu diketahui burung yang gemar makan pisang dang ulat ini perawatanya juga cukup mudah, dan harganya juga murah jadi menurut saya Pleci burung merakyat " pungkas Budi sembari tersenyum menutup pembicaraan. (F4)

"Gemuruh Kajen" sambut HUT RI ke 69 dan Hari jadi kab.Pekalongan ke 392

Minggu, 24 Agustus 2014

Kajen, Dalam rangka memperingati HUT-RI Ke 69 dan hari jadi Kabupaten Pekalongan yang ke 392,pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jum'at (22/8) mengelar kegiatan bertajuk Gemuruh Kajen.Kegiatan tersebut diantaranya parade drum band yang di ikuti oleh sekitar 6800 peserta dan 111 group drum band tingkat TK,SD,SMP sederajat yang berasal dari Kabupaten Pekalongan.


Kemeriahan nampak di sepanjang jalan sekitar pukul satu siang, peserta yang berasal instansi dan warga setempat, berdatangan dengan kendaraan angkut, seperti mobil pribadi, pic-up,truck bahkan ada yang memakai odong-odong.acara juga di hadiri langsung oleh Bupati Pekalongan H.Amat antono Msi beserta istri, Sekda,Skpd dan unsur TNI,Polri setempat.


Dalam sambutanya Bupati Pekalongan menyampaikan rasa terimakasih atas partisipasi semua peserta, dari para pemain, pendamping dan para guru, kehadiran anda semua adalah buktu rasa memiliki terhadap terhadap Negeri dan kecintaan pada Kabupaten Pekalongan.
"Tiada kata lain yang saya ucapkan sebagai rasa terima kasih selain kata 'Luar biasa' mudah-mudahan dengan semangat yang luar biasa seperti ini bisa menjadi cerminan Kabupaten Pekalongan supaya terus membangun, untuk kemakmuran rakyat" tegas orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan ini.


Yanto, salah satu warga asal Pekiringan alit,Kajen merasa senang bisa menghadiri acara tersebut.
Saya tentu senang dan terkagum-kagum dengan ramainya acara ini, cocok dengan tema acaranya,Gemuruh Kajen, saya datang kesini sekaligus mendampingi anak saya yang ikut kegiatan sore ini" pungkas Yanto (F4)

Pengambilan Produksi Berita dan ILM di Sahiba Fm

Sabtu, 25 Januari 2014

Dari pagi langsung ke Kantor Mitra Diskusi (PNPM Kec.Kesesi)
terus langsung Ke Rakom Sahiba Fm  mengambil Produksi Berita dan ILM
 
Suasana hanya hujan sebentar,...dan terang..tetapi ada guncangan lindu selama 20 detik...terasa sekali di dalam Studio Sahiba Fm,.
 
Kunjungan ke Rakom sekaligus mentraining Pak Dasikam mengunggah Berita ke Suarakomunitas.net...dan alhasil dalam waktu 20 menit langsung bisa.....
 
Kendala selama ini untuk mengunggah ke web Suarakomunitas bisa teratasi,dan hari ini selesai kewajiban rakom Sahiba Fm untuk Beritanya,.....
 
Dibantu sang istri membuat ILM,.........semakin Romantis melihatnya,..... 







Ibu-Ibu Kelompok SPP Deklarasikan Anti Korupsi

Minggu, 01 Desember 2013

Pekalongan (28/11) -Korupsi yang saat ini menjadi momok terbesar dalam kemajuan bangsa Indonesia perlu mendapat perhatian semua pihak,tidak saja oleh lembaga yang menangani korupsi secara langsung seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),tetapi juga pelibatan peran serta masyarakat luas dalam memahami dan memberikan informasi tentang perilaku korupsi dilingkunganya.
 
Hal ini dilakukan oleh ibu-ibu yang bergerak di kelompok simpan pinjam perempuan (SPP) PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sragi yang telah mendeklarasikan "Gerakan Anti Korupsi" pada Kamis,28 Nopember 2013 di RM Titotie Comal yang diikuti oleh 110 pengurus kelompok,disaksikan oleh Kejaksaan Negeri pekalongan,Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB),Dinas Industri,Perdagangan dan Koperasi,Faskab PNPM Kab.Pekalongan,serta Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Sragi.

Semangat  dalam gerakan deklarasi Anti korupsi didasarkan atas upaya penyelamatan dana yang bersumber dari Anggaran negara (APBN) agar tetap lestari di masyarakat melalui dana bergulir SPP,yang selama ini dipandang setiap dana pemerintah dianggap sebagai dana hibah yang tidak perlu dikembalikan.Deklarasi Anti korupsi dibacakan oleh Ibu Sri Setyoningsih dari Desa gebangkerep dan Ibu Kartiyah dari Desa Bulakpelem yang diikuti oleh semua pengurus dan dari Instansi yang mendampinginya. adapun isi dari Deklarasi Anti Korupsi Pengurus kelompok SPP Kecamatan Sragi sebagai Berikut :
 
Kami pengururs kelompok simpan pinjam khusus Perempuan Mandiri Perdesaan
mendeklarasikan diri sebagai pemberdaya anti korupsi
kami akan selalau mendorong anggota dan masyarakat disekitar kami
untuk mengelola dana secara terbuka jujur dan bisa dipertanggungjawabkan


Kepala BPMPKB yang diwakili oleh Drs.Wanuryo senang dengan kegiatan yang dilakukan oleh UPK MANIS Sragi dalam Pelatihan Kelompok SPP dengan tema Sinergitas,kesadaran Mebangun Bersama yang melibatkan dari Kejaksaan,DisperindagKop,Kamar dagang Industri dan pengusaha Batik. sementara Deklarasi Anti Korupsi sebagai sebuah Inovasi dan sekaligus motivasi bagi masyarakat terutama pengurus kelompok SPP untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan pengelolaan dana bergulir simpan pinjam SPP agar terus berlangsung tanpa adanya unsur penyelewengan yang berakibat Korupsi karena bersumber dari anggaran negara.

Antisipasi Penyimpangan Perlu Pengawasan
Sementara itu wahyu dari kejaksaan Negeri Pekalongan dalam materi tertulis menyampaikan Rentannya penyimpangan dalam proses plaksanaan PNPM Mandiri untuk sampai pada sasaran. Oleh karena itu perlu diketahui dan difahami, Prosedur kebijakan apa yang seharusnya dijadikan landasan dalam proses plaksanaan PNPM mandiri dimaksud dikaji dari kaidah hukum yang berlaku.
 
Bahwa kaidah hukum mempunyai pengertian seluruh kaidah tentang ketentuan yang mengatur hak-hak dan kepentingan dengan individu-individu dimasyarakat, lebih dikenal dengan hukum perikatan (hukum perjanjian). Apabila terjadi  perbuatan melawan hukum ataupun  pelanggaran terhadap ketentuan yang mengatur hak dan kepentingan dengan individu dimasyarakat, dapat diselesaikan melalui suatu kesepakatan (lebih dikenal dengan hubungan keperdataan) atau hukum perdata, namun demikian aspek keperdataan tersebut bisa beralih ke aspek pidana manakala terdapat perbuatan melawan hukum yang mengarah pada penyimpangan prosedur sehingga salah mekanisme dan berakibat kerugian pada negara. Bahwa aspek hukum pidana terhadap pelaksanaan penyimpangan program PNPM mandiri akan dilalukakan sesuai ketentuan undang-undang No. 31 tahun 1999 jo undang-undang No. 20 tahun tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi,mengapa hal itu demikian, disebabkan dana PNPM Mandiri adalah dana Negara. Untuk menekan hal tersebut agar tidak terjadi penyimpangan maka diharapkan pengawasan dari pihak-pihak terkait (djnarto-ppkfmsragi)

Kepulangaan jamaah Haji tiba di Kajen

Rabu, 30 Oktober 2013

KAJEN - (26/10) Jamaah haji yang tergabung dalam kloter 79 yang berjumlah 57 orang tiba di Pendopo Kabupaten Pekalongan dan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Ir. H. Susiyanto, MM., tepat pukul 22.00 WIB.
Sekda Susiyanto dalam sambutannya menyampaikan selamat atas kedatangan jamaah haji kloter 79 yang berangkat dengan jumlah 57 dan kembali dengan jumlah 57 pula.  “Alhamdulilah, ini merupakan karunia Allah SWT, mudah-mudahan kehadiran jamaah akan menyandang haji yang mabrur,” ujarnya.

Menurut Sekda, salah satu ciri haji yang mabrur adalah sepulang menunaikan ibadah haji  dan selanjutnya akan nampak peningkatan kebaikan-kebaikan dari tingkah laku jamaah haji di daerah masing-masing. “Harapan kami, mudah-mudahan jjmaah haji yang baru datang ini bisa menjadi contoh dan tauladan bagi saudara-saudara kita yang belum bisa menunaikan ibadah haji atau mungkin sudah menunaikan ibadah haji tetapi mengalami penurunan dalam ketaqwaannya,” harap Sekda.

Lebih lanjut, Sekda berharap kehadiran jamaah haji bisa memberikan nilai positif dalam rangka pembangunan di Kabupaten Pekalongan, utamanya pembangunan mentas dan rohani masyarakatnya. “Sehingga dengan pembangunan mental dan rohaninya, akan bisa memberikan sumbangan yang lebih untuk membangun yang lainnya,” ujarnya.   

   Terakhir, tak lupa Sekda menyampaikan rasa terimakasihnya pada TKHD (Tim Kesehatan Haji Daerah) dan TPHD (Tim Pembimbing Haji Daerah) yang telah memberikan bimbingan dengan baik kepada para jamaah haji. “Mudah-mudahan apa yang telah anda berikan akan dicatat sebagai amal sholeh dan mendapat pahala dari Allah SWT,” imbuh Sekda Susiyanto mengakhiri sambutannya.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Radio Komunitas PPK Fm 107,7 MHz Memang Manis - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger