Topics :

Masyarakat Diajak Tanam Mangrove

Rabu, 02 Desember 2015

SURABAYA, 28/6 - TANAM MANGROVE. Sejumlah pelajar dan mahasiswa melakukan penanaman mangrove di kawasan pantai timur kawasan Kenjeran Surabaya, Selasa (28/6). Penanaman 1000 bibit mangrove yang dilakukan Komunitas Telkomsel Pelangi dan Tunas Hijau tersebut, merupakan program corporate social responsibility (CSR) Telkomsel. FOTO ANTARA/Eric Ireng/ss/mes/11
Pekalongan, Antara Jateng - Sejumlah komunitas di Kabupaten Pekalongan bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut mengajak masyarakat menanam mangrove di pesisir pantai.

Ketua Komunitas Pendaki Gunung Pekalongan Raya Teguh Budi Suryanto di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa penanaman tanaman mangrove akan berdampak positif terhadap lingkungan pesisir pantai dari ancaman abrasi.

"Selain itu, tanaman mangrove ini bisa dimanfaatkan untuk bahan sirup sehingga bisa membantu tambahan penghasilan warga," katanya.

Pada kegiatan itu, pihaknya menanam 13.500 bibit bakau dan 500 bibit cemara yang ditanam di pesisir pantai Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kamis.

"Dalam kegiatan yang dikoordinisasi oleh TNI Anggatan Laut tersebut melibatkan sejumlah komunitas masyarakat yang terlibat, antara lain Komunitas Pendaki Gunung Pekalongan Raya, Komunitas Peduli Kali Loji, dan Dispala.

Ia mengatakan mereka melakukan penanaman bibit bakau dan cemara pantai itu, mulai 07.00-17.00 WIB.

"Kegiatan tanam mangrove ini dilakukan untuk mengurangi dampak risiko bencana dari abrasi pantai," katanya.
sumber : antarajateng

Kejari Pekalongan Tetapkan 13 Tersangka Kasus PSDA-ESDM

Pekalongan, Antara Jateng - Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menetapkan 13 tersangka kasus jual beli proyek pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral setempat.

"Pemeriksaan terus kami tingkatkan karena tidak menutup kemungkinan daftar nama tersangka akan bertambah," katanya.

Menurut dia, pada kasus proyek yang mencapai ratusan paket dengan jumlah anggaran Rp37 miliar, kini sedikitnya ada 19 paket yang dinaikkan.

"Adapun dari hasil pemeriksaan dan hasil audit BPKP, setidaknya dalam satu paket itu menimbulkan kerugian negara lebih dari Rp50 juta," katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemanggilan para tersangka untuk dimintai keterangannya, Senin (23/11).

Pada kasus tersebut, kata dia, sebagian besar dari para tersangka itu adalah rekanan atau pelaksana. Pada pembangunan sejumlah proyek itu relatif banyak yang mengurangi kualitas ataupun kuantitas bangunan sehingga membuat kerugian negara.

"Selain rekanan, kami juga menetapkan dua pegawai Dinas PSDA-ESDM karena mereka diduga terlibat pada kasus ini," katanya.
Kepala Kejari Kabupaten Pekalongan Ahelia Abustam di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap para tersangka kasus jual beli proyek pada Dinas PSDA-ESDM.
sumber : antarajateng

2 PNS dan 1 Mahasiswa di Kabupaten Pekalongan Terjangkit HIV

KAJEN – Kasus HIV/Aids di Kabupaten Pekalongan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan kembali menemukan 21 kasus HIV baru, sehingga total kasus sejak tahun 2005 sampai sekarang mencapai 153 penderita HIV/Aids. Dari 153 orang penderita HIV/Aids di Kabupaten Pekalongan, dua diantaranya adalah pegawai negeri sipil (PNS), dan satu orang dari kalangan mahasiswa.
Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, Setiawan DA didampingi Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dikes Kabupaten Pekalongan, Sudaryanto mengungkapkan, sebanyak 153 kasus HIV/Aids yang berhasil ditemukan. Penderita paling banyak adalah ibu rumah tangga sebanyak 35 orang, buruh 32 orang, wiraswasta 30 orang, PSK 15 orang, belum kerja 11 orang, karyawan 8 orang, nelayan 3 orang, PNS 2 orang dan mahasiswa 1 orang.
“Kalau dari kalangan PNS yang ditemukan ada dua orang, sedangkan mahasiswa yang terjangkit HIV satu orang. Sementara, jumlah terbanyak adalah ibu rumah tangga,” terangnya, kemarin.
Dijelaskan, dari 153 kasus HIV/Aids, 90 diantaranya penderita HIV, dan 63 lainnya sudah menderita Aids setelah lama virus tersebut berinkubasi di dalam tubuh. Sebanyak 55 orang penderita dari total kasus tersebut berakhir dengan meninggal dunia.
“Jika dilihat dari faktor penyebaran HIV di Kabupaten Pekalongan, 84 persen dari hubungan seks berisiko, 9 persen dari ibu ke anak (MTCT), homo 5 persen dan narkoba 2 persen,” terangnya.
Dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan, hanya dua kecamatan yang belum ditemukan kasus HIV/Aids. Sedangkan kecamatan dengan kasus paling banyak ada di Kecamatan Karanganyar dengan total kasus 20 penderita, disusul Tirto 19 orang, dan Kesesi 12 orang penderita.
Menurutnya, penyebaran wabah HIV/Aids didominasi faktor hubungan seks berisiko. Hal inilah yang mendorong pihaknya melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dimana sasarannya adalah para siswa. “Memperingati Hari Aids Sedunia yang jatuh setiap tanggal 1 Desember ini, kami bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Pekalongan gencar sosialisasi ke sekolah-sekolah. Sasarannya adalah generasi muda agar mereka mengetahui bagaimana bahaya seks bebas. Bagaimanapun, seks berisiko merupakan faktor paling besar terkait penyebaran HIV,” kata dia.
Terbukanya akses internet, lanjut dia, tidak hanya memberikan dampak positif bagi generasi muda. Lewat internet, mereka juga bisa membuka akses negatif seperti tayangan-tayangan yang tidak senonoh.
“Sekarang akses yang terbuka luas, seperti tayangan-tayangan di internet dapat merangsang generasi muda untuk mencoba-coba. Kalau tidak tahu, akhirnya mereka bisa sembarangan memenuhi hasratnya itu dengan jajan sembarangan. Nah, lewat sosialisasi ini, kami mencoba memberikan pemahaman kepada mereka bahaya seks bebas yang dapat menjadi faktor penyebaran HIV,” jelasnya. (yan)

Kakek 60 Tahun Cabuli Belasan Bocah

Pekalongan, Suara Komunitas. - Sungguh bejad kelakuan Totok Sunarto (60) warga Poncol Kecamatan Pekalongan Timur - Jawa Tengah, kakek ini tega menyodomi belasan anak-anak dengan iming-iming uang 100 ribuan setiap kali melayaninya. Akibat perbuatannya, kini dirinya diamankan Satreskrim Polres Pekalongan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Selasa (1/12).
Kakek tujuh cucu itu dilaporkan atas kasus pencabulan terhadap seorang remaja pria berusia belasan tahun berinisial A (16).
Kepada polisi, pria yang sudah memiliki seorang istri dan lima orang anak itu mengelak jika perbuatannya itu dilakukan atas dasar paksaan. Menurut tersangka, perbuatan sodomi kepada korban dilakukan atas dasar suka sama suka. “Saya nggak melakukan pemaksaan, tetapi memang antara saya dan korban mau sama mau. Saya dan A sudah kenal dan berhubungan sejak lama, sejak dia masih SMP,” ungkap pelaku.
Bahkan, pelaku mengaku bahwa berbuatan cabul antar sesama jenis itu tak hanya dilakukan terhadap seorang remaja, tetapi juga dengan belasan pria lain. Beberapa diantaranya masih remaja, dan beberapa lainnya sudah berusia dewasa. “Semuanya juga tidak dengan paksaan, tetapi memang suka sama suka. Seingat saya, saya melakukannya sudah dengan 12 orang,” ungkapnya.
Saat ini pelaku masih terus diperiksa oleh petugas PPA secara intensif. Karena dikemungkinkan korbannya masih bisa bertambah. Karena aksinya menggunakan iming-ming uang, ratusan ribu. Polisi juga akan mendatangkan psikolog untuk mengetahui secara mendasar alasan pelaku melakukan perbuatannya.
Atas perilaku bejatnya tersebut, polisi akan menjerat tersangka dengan pasal 292 KUHP dan atau pasal 82 Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. (b)
Sumber: suarakomunitas.net

Pelajar Rentan terhadap Bahaya AIDS dan Narkoba

Pekalongan, Suara Komunitas. - Saat ini sebanyak 3,6 juta penduduk Indonesia terkena Narkoba, dimana sebanyak 22% nya adalah pelajar dan mahasiswa. Demikian disampaikan oleh Bupati Pekalongan - Jawa Tengah, Amat Antono dalam Sosialisasi Bahaya Narkoba dan AIDS yang digelar di Aula SMA Negeri 1 Kesesi (24/11) lalu.
"Apa pintu Narkoba? Apa yang menyebabkan penyakit AIDS?" Kata Bupati, pintu pertama ancaman penyakit Narkoba dan AIDS adalah rokok. Setelah rokok, pintu kedua penyakit Narkoba dan AIDS yaitu minuman keras.
“Salah satu ancamannya adalah penyakit yang mematikan itu yaitu HIV/AIDS. Sampai saat ini penyakit tersebut belum ditemukan obatnya. Oleh karena itu saya minta para pelajar ojo neko-neko,” lanjut Bupati.
Bupati menegaskan sebagai anak akan menjadi beban orang tua dan negara apabila tidak memiliki bekal. Maka dari itu bekali diri kalian dengan ilmu pengetahuan, dengan pendidikan yang baik. “Saya minta anak-anak untuk menggunakan waktu untuk belajar dengan baik. Saya minta anak-anak Kabupaten Pekalongan menjadi anak yang cerdas,” pintanya.
Sementara itu, ketua penyelenggara sosialisasi, H. Taryudi dalam laporannya menyampaikan tujuan sosialisasi yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang komprehensif tentang HIV/ AIDS bagi pelajar SMA/SMK sehingga pelajar mampu menjauhi perbuatan yang dapat menimbulkan terjangkitnya penyakit HIV/ AIDS. Kemudian, tersosialisasikannya HIV/ AIDS di kalangan pelajar SMA/SMK se Kabupaten Pekalongan. (b)
sumber : jurnaliswarga

Peringati Hari AIDS Sedunia, PIKM-STAIKAP Bagikan Bunga

Pekalongan, Suara Komunitas. - Lebih dari 20 Mahasiswa yang bergabung dalam PIKM-STAIKAP membagi-bagikan bunga dan leaflet kepada remaja di kawasan Jalan Sedayu hingga Banyu Urip Alit Pekalongan - Jawa Tengah, Selasa (1/12).
Koordinator aksi, Iga Zulfia menyebebutkan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati hari HIV/AIDS sedunia. "Hari ini, sejak pagi kami membagikan bunga kertas dan leaflet kepada remaja di sepanjang jalan Sedayu Wonopringgo hingga Banyu Urip Alit".
Sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS ini tidak sepenuhnya bisa dilakukan di beberapa sekolah karena di Kabupaten dan Kota Pekalongan Jawa Tengah sedang melaksanakan Ujian Akhir Sekolah (UAS).  "Di SMA Hifal, Banyu Urip Alit kami tidak bisa melakukan sosialisasi bahaya HIV/AIDS karena siswa sedang melaksanakan UAS, baru di MA Simbang Kulon kegiatan sosialisasi bahaya HIV/AIDS berjalan dengan lancar dan peserta antusias". Tambahnya.
Pembantu Ketua STAIKAP bidang Kemahasiswaan, Irwan Abbas mengatakan kepada pewarta Suara Komunitas melalui sambungan telephon, bahwa kegiatan sosialisasi ini dalam rangka untuk pencegahan AIDS dan memberikan kesadaran kepada remaja untuk tidak melakukan pergaulan bebas.
Iga berharap bahwa kegiatan yang dilakukan kawan-kawan dari PIKM-STAIKAP bermanfaat bagi remaja dan memberikan pegetahuan tentang apa itu HIV/AIDS, jangan sampai melakukan pergaulan bebas dan mereka menjadi generasi remaja yang sehat, pungkasnya. (b)
sumber : jurnaliswarga

Pemilih Dilarang Bawa Ponsel Berkamera

Pekalongan, Suara Komunitas. - Jangan sekali-kali membawa ponsel berkamera saat mencoblos di TPS. Larangan itu disampaikan Anggota KPU Kabupaten Pekalongan, Abi Rizal, Sabtu (28/11) dalam sosialisasi di Kantor Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan - Jawa Tengah.
Menurutnya, pelarangan pemilih membawa telepon seluler itu diperuntukkan semua orang memiliki hak suara pada pilkada. Sebab, lanjut dia, hal demikian dikhawatirkan rawan politik.
 Bagi pemilih yang membawa ponsel berkamera, KPPS menyediakan penitipan. “Itu (membawa ponsel berkamera,red) dilarang. Petugas KPPS juga menyediakan tempat penitipan ponsel tersebut atau pemilih bisa menitipkan ponsel berkamera itu ke petugas KPPS,” ujarnya.
Larangan membawa ponsel saat pencoblosan suara sudah sejak pemilu legislatif tahun lalu. dikutip dari kantor berita Antara, penggunaan ponsel berkamera ini untuk menghindari adanya indikasi pemilih yang sudah mencoblos akan menggunakan kamera pada telepon seluler untuk memotret pilihannya, lalu menunjukkan kepada calon yang dipilih.
“Selama ini ada praktik politik uang. Caranya, setelah dia coblos, dia rekam, terus dia laporkan hasil coblosannya untuk mendapatkan imbalan,” kata Hadar di Gedung KPU, Selasa (8/4/2014).
Untuk meningkatkan tingkat partisipasi warga, KPU Kabupaten Pekalongan gencar melakukan sosialisasi Pilkada 9 Desember 2015. Seperti yang dilakukan di depan kantor Kecamatan Doro dengan peserta 154 orang.
Adapun untuk persiapan pelaksanaan pemungutan suara di TPS pada 9 Desember mendatang. KPU selam tiga hari berturut-turut melakukan pengepakan beberapa logistik pilkad seperti surat suara, alat tulis kantor, bantalan coblosan dan sebagainya ke kotak suara.
Pengepakan itu, kata Abi, melibatkan petugas PPK di seluruh Kabupaten Pekalongan. Selain itu, pihaknya juga menggelar simulasi pemungkutan suaran di lima titik di daerah Kabupaten Pekalonga. Tujuannya agar petugas KPPS mengerti betul proses pemungutan suara, sehingga tidak gagap ketika menjalankan tugasnya. (b)
sumber : jurnaliswarga

rakom

Song Play

Suarakomunitas

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. radio Komunitas PPK Fm Sragi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger