Topics :

BABINSA dan Penyuluh KB siap Gaungkan kembali Program KB

Selasa, 26 April 2016

PPKFm Sragi-Batang(26/4) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerjasama dengan TNI dalam Program Kependudukan dan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).sejarah mencatat bahwa TNI merupakan salah satu mitra kerja yang tak pernah berhenti mendukung Program KB,bahkan disaat program KB mengalami stagnasi,TNI tetap berkomitmen mendukungnya.sehingga tidak heran apabila dikatakan bahwa TNI merupakan salah satu mitra kerja yang berperan sepanjang sejarah lahirnya BKKBN,artinya TNI berkiprah mulai program KB diadopsi sebagai program KB dalam mengendalikan kelahiran yang diraih sampai saat ini tidak terlepas peran TNI mulai dari jajaran pimpinan tertinggi sampai dengan para Babinsa yang berada pada tingkat lini lapangan.

Pencanangan Bhakti Sosial TNI KB-Kesehatan merupakan momentum penting yang diharapkan dapat menjangkau sasaran sampai dengan daerah-daerah terpencil dan tertinggal dengan mendekatkan pelayanan program kepada Masyarakat.

Mengantisipasi terbatasnya tenaga lini lapangan didesa/kelurahan yang menjadi ujung tombak program KKBPK,mohon dukungan jajaran TNI agar lebih intens dengan memperkuat peran Danramildan Babinsauntuk membantu melakukan penyuluhan dan penggerakan seperti yang telah dilakukan secara optimal dibeberapa daerah,"kata Kepala BKKBN,Surya Chandra Surapaty dalam pembukaan Pencanangan Bhakti Sosial TNI KB Kesehatan di Alun-alun Kabupaten Batang,Jawa Tengah pada Selasa 26 April 2016.

Dalam Perkembangannya,persoalan persoalan seperti terbatasnya kuantitas dan kualitas tenaga dilapangan,infrastruktur program KKBPK teriutama diwilayah tertinggal,terpencil dan perbatasan dana operasional lini lapangan merupakan dinamika progrm KKBPK yang membutuhkan penyelesaian sesegera mungkin,untuk mengatasinya TNI telah membantu BKKBN dengan melibatkan Babinsa sebagai tenaga penggerak dan Motivator di lapangan. dengan adanya pemaduan dan integrasi kegiatan yang sinergis dengan TNI dan lintas Sektor lain,baik lembaga eksekutif dan legislatif daerah,LSM,sektor swasta serta tokoh agama dan Masyarakat maka setidaknya dapat memperkuat kembali program KKBPK dilapangan.

Bhakti Sosial TNI KB Kesehatan saat ini melibatkan berbagai mitra kerja lain dan tidak hanya terfokus pada pelayanan KB semata namun juga meliputi kegiatan prioritas yang berkaitan dengan masalah Kependudukan dan Pembangunan Keluarga,"tegas Surya.

Lebih lanjut Kepala BKKBN juga mengingatkan agara kegiatan Bhakti Sosial TNI KB Kesehatan juga sekaligus dioptimalkan untuk menggerakkan keberadaan Kampung KB", bagi Kabupaten/Kota yang belum membentuk Kampung KB,maka diharapkan segera membentuk,sementara bagi daerah yang sudah dibentuk kampung KB,agar dipastikan menindaklanjuti dengan berbagaii pemangku kepentingan dan lintas program agar bersinergi untuk melaksanakan kegiatan Nyata.
sehingga manfaatnya benar benar dirasakan oleh masyarakat,hal ini penting disamping terkait dengan program Nawacita Pemerintah"khusunya prioritas ketiga yaitu membangun Indonesia dari Desa atau Pinggiran tetapi juga bermakna dalam meningkatkan sistim ketahanan Negara.

Bupati resmikan Kampung KB di Desa Galangpengampon

Minggu, 24 April 2016

KAJEN – Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung dimulai dari keluarga yang sehat dari yang belum lahir hingga meninggal agar kehidupan Bangsa Indonesia dan masyarakat Kabupaten Pekalongan pada khususnya menjadi sejahtera, Bupati Pekalongan beserta Para Camat se kabupaten Pekalongan mendeklarasikan Gerakan “Ayo Ikut KB” di Kabupaten Pekalongan sebagai komitmen mendukung keberhasilan program KB dan mengajak seluruh masyarakat untuk ikut KB, 2 anak cukup, keluarga sejahtera.

Penandatanganan Deklarasi tersebut dilaksanakan dalam Pencanangan Kampung KB di Desa Galang Pengampon Kecamatan Wonopringgo Kab. Pekalongan Selasa (5/3) pagi tadi oleh Bupati Pekalongan Drs.H.A.Antono, MSi yang dilaksanakan oleh Pemkab Pekalongan bekerjasama dengan BPMPKB Propinsi Jawa Tengah melalui program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Menurut Kepala BPMPKB Kab. Pekalongan Drs.H.Yoyon Ustar Hidayat, MSi, Kampung KB ini nantinya akan dibina oleh SKPD terkait, dengan tidak hanya membatasi kelahiran tapi juga bagaimana agar hak-hak anak dapat terpenuhi dan angka kelahiran ibu dan bayi bisa merendah, termasuk bagaimana pendidikannya. Pemilihan Kampung KB ini berdasarkan pada ruang lingkup pendidikan, keluarga berencana, kesehatan reproduksi termasuk ketahanan keluarga dan pemberdayaan keluarga dalam ragka membangun keluarga.
“Yang kedua adalah kegiatan lintas sektoral yang meliputi bidang pemukiman rumah tidak layak huni, sosial ekonomi, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang semuanya akan dipenuhi oleh beberapa Instansi yang tergabung dalam rangka membangun keluarga tidak sekedar membatasi kelahiran,” jelas Yoyon.

Pemilihan kampung KB ini tidak berdasarkan kampung yang sudah maju, tetapi malah justru berdasarkan pada daerah yang masih terpencil karena sesuai dengan nawacita yang ketiga bahwa Presiden akan membangun dimulai dari daerah pinggiran yaitu daerah pantai, daerah gas dan pegunungan. “Kampung KB ini juga nantinya diharapkan akan mendukung sebagai implementasi nawacita yang kelima yaitu meningkatnya kesejahteraan masyarakat indonesia,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Pekalongan Drs.H.A.Antono MSi dalam sambutannya saat pencanangan tersebut menyampaikan bahwa acara Pencanangan Kampung KB ini sangat strategis dan membanggakan karena faktor utama kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga ada pada manusianya. “Kalau ingin membangun hari esok yang lebih baik tidak lepas dari masalah penduduk. Oleh karenanya, terimakasih pada petugas lapangan dan kader KB sebagai garda terdepan,” ujarnya.

Bupati juga berharap hendaknya program KB ini menjadi kesadaran bersama. “Kita tidak bisa berpikir individual bahwa kita akan hebat. Oleh karena itu harus disadari oleh semua dan mari kita bersama mempersiapkan keluarga masa depan yang salah satu pilarnya adalah KB,” harap Antono.
Terkait dengan tahun 2035 bahwa Indonesia akan mendapat bonus demografi dimana pada tahun tersebut generasi muda di Indonesia akan mencapai angka 68%, Bupati menyampaikan dengan program KB ini diharapkan akan mewujudkan generasi emas. Oleh karena itu menurutnya kalau dipersiapkan dengan baik maka akan menghasilkan generasi yang berkualitas. “Mari sama-sama menghayati program ini dengan baik. Laksanakan untuk sesama, karena tanpa didukung yang lain maka tidak akan tercapai,” jelasnya.

Lebih lanjut Antono berharap agar para petugas lapangan dan kader serta semua yang terkait untuk menjaga kegiatan pencanangan tersebut agar tidak berhenti sebagai acara seremonial saja melainkan sebagai awal kebangkitan dari KB untuk menjadi inspirasi bagi keberhasilan program yang lain. “KB bukan program instan melainkan program strategis berkelanjutan,” imbuhnya.

Di bagian lain Kepala Perwakilan BKKBN Propinsi Jawa Tengah Mustar, SE, MM menyampaikan bahwa pembentukan Kampung KB ini berawal dari pencanangan oleh Presiden Joko Wi pada 14 Januari 2016 lalu di Cirebon yang juga menjadi momentum yang tak terlupakan karena bersamaan dengan kejadian bom di Sarinah. “Semoga pencanangan ini akan memberi manfaat bagi masyarakat di Kampung KB. Saya harap partisipasi masyarakat semakin meningkat dan pemerintah yang melayani basis data untuk perencanaan program kedepan,” harap Mustar.

Ditambahkan Mukhtar, ada beberapa program yang terkait dengan pencanangan Kampung KB tersebut, yaitu pendewasaan usia perkawinan dan pengaturan kelahiran dengan menghindari resiko kehamilan dengan cara mencegah 4 terlalu yaitu terlalu muda hamil, terlalu tua, terlalu banyak dan terlalu rapat atau dekat jarak antar kehamilan.
Diakhir sambutannya Mukhtar mengajak semua masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama bekerja keras, cerdas dan ikhlas untuk keberhasilan Kampung KB dari tingkat Kabupaten hingga desa sehingga tujuan Kabupaten Pekalongan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.(451h & Her)

Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo

Fashion Show Meriahkan Hari Kartini di Sragi

Sragi,Klunjukan- Kemeriahanunya  Hari Kartini pada 21 April nampak meriah dilaksanakan seantero Negeri,salah sataunya adik-adik PAUD wilayah UPT Pendidikan Kecamatan Sragi,Kabupaten Pekalongan yang pelaksanaanya di Balai Desa Klunjukan,Kecamatan Sragi (21/4).

Acara utama dalam kegiatan tersebut diantaranya Fashion Show yang diikuti murid PAUD se Kecamatan Sragi dengan memakai kebaya adat nusantara. terlihat keceriaan diatas karpet bak peragawati yang tampil percaya diri meskipun sedikit kelucuan yang terjadi diatas arena fashion show.

Maslihah, Ketua HIMPAUDI UPT Dindikbud Kecamatan Sragi menuturkan bahwa lomba fashion show digelar untuk mengajarkan jiwa kartini dengan baju adat nusantara sebagai wujud Cinta Nasionalisme dan Patriotisme sejak Dini dihati para generasi penerus Bangsa.

Panitia mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang mensukseskan acara Kartinian ini dengan semangat Persatuan dan Kesatuan terutama kepada Orang Tua yang suka cita mendampingi Buah Hati mereka"pungkasnya (ppkfmsragi)

Masyarakat Diajak Tanam Mangrove

Rabu, 02 Desember 2015

SURABAYA, 28/6 - TANAM MANGROVE. Sejumlah pelajar dan mahasiswa melakukan penanaman mangrove di kawasan pantai timur kawasan Kenjeran Surabaya, Selasa (28/6). Penanaman 1000 bibit mangrove yang dilakukan Komunitas Telkomsel Pelangi dan Tunas Hijau tersebut, merupakan program corporate social responsibility (CSR) Telkomsel. FOTO ANTARA/Eric Ireng/ss/mes/11
Pekalongan, Antara Jateng - Sejumlah komunitas di Kabupaten Pekalongan bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut mengajak masyarakat menanam mangrove di pesisir pantai.

Ketua Komunitas Pendaki Gunung Pekalongan Raya Teguh Budi Suryanto di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa penanaman tanaman mangrove akan berdampak positif terhadap lingkungan pesisir pantai dari ancaman abrasi.

"Selain itu, tanaman mangrove ini bisa dimanfaatkan untuk bahan sirup sehingga bisa membantu tambahan penghasilan warga," katanya.

Pada kegiatan itu, pihaknya menanam 13.500 bibit bakau dan 500 bibit cemara yang ditanam di pesisir pantai Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kamis.

"Dalam kegiatan yang dikoordinisasi oleh TNI Anggatan Laut tersebut melibatkan sejumlah komunitas masyarakat yang terlibat, antara lain Komunitas Pendaki Gunung Pekalongan Raya, Komunitas Peduli Kali Loji, dan Dispala.

Ia mengatakan mereka melakukan penanaman bibit bakau dan cemara pantai itu, mulai 07.00-17.00 WIB.

"Kegiatan tanam mangrove ini dilakukan untuk mengurangi dampak risiko bencana dari abrasi pantai," katanya.
sumber : antarajateng

Kejari Pekalongan Tetapkan 13 Tersangka Kasus PSDA-ESDM

Pekalongan, Antara Jateng - Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menetapkan 13 tersangka kasus jual beli proyek pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral setempat.

"Pemeriksaan terus kami tingkatkan karena tidak menutup kemungkinan daftar nama tersangka akan bertambah," katanya.

Menurut dia, pada kasus proyek yang mencapai ratusan paket dengan jumlah anggaran Rp37 miliar, kini sedikitnya ada 19 paket yang dinaikkan.

"Adapun dari hasil pemeriksaan dan hasil audit BPKP, setidaknya dalam satu paket itu menimbulkan kerugian negara lebih dari Rp50 juta," katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemanggilan para tersangka untuk dimintai keterangannya, Senin (23/11).

Pada kasus tersebut, kata dia, sebagian besar dari para tersangka itu adalah rekanan atau pelaksana. Pada pembangunan sejumlah proyek itu relatif banyak yang mengurangi kualitas ataupun kuantitas bangunan sehingga membuat kerugian negara.

"Selain rekanan, kami juga menetapkan dua pegawai Dinas PSDA-ESDM karena mereka diduga terlibat pada kasus ini," katanya.
Kepala Kejari Kabupaten Pekalongan Ahelia Abustam di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap para tersangka kasus jual beli proyek pada Dinas PSDA-ESDM.
sumber : antarajateng

2 PNS dan 1 Mahasiswa di Kabupaten Pekalongan Terjangkit HIV

KAJEN – Kasus HIV/Aids di Kabupaten Pekalongan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan kembali menemukan 21 kasus HIV baru, sehingga total kasus sejak tahun 2005 sampai sekarang mencapai 153 penderita HIV/Aids. Dari 153 orang penderita HIV/Aids di Kabupaten Pekalongan, dua diantaranya adalah pegawai negeri sipil (PNS), dan satu orang dari kalangan mahasiswa.
Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, Setiawan DA didampingi Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dikes Kabupaten Pekalongan, Sudaryanto mengungkapkan, sebanyak 153 kasus HIV/Aids yang berhasil ditemukan. Penderita paling banyak adalah ibu rumah tangga sebanyak 35 orang, buruh 32 orang, wiraswasta 30 orang, PSK 15 orang, belum kerja 11 orang, karyawan 8 orang, nelayan 3 orang, PNS 2 orang dan mahasiswa 1 orang.
“Kalau dari kalangan PNS yang ditemukan ada dua orang, sedangkan mahasiswa yang terjangkit HIV satu orang. Sementara, jumlah terbanyak adalah ibu rumah tangga,” terangnya, kemarin.
Dijelaskan, dari 153 kasus HIV/Aids, 90 diantaranya penderita HIV, dan 63 lainnya sudah menderita Aids setelah lama virus tersebut berinkubasi di dalam tubuh. Sebanyak 55 orang penderita dari total kasus tersebut berakhir dengan meninggal dunia.
“Jika dilihat dari faktor penyebaran HIV di Kabupaten Pekalongan, 84 persen dari hubungan seks berisiko, 9 persen dari ibu ke anak (MTCT), homo 5 persen dan narkoba 2 persen,” terangnya.
Dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan, hanya dua kecamatan yang belum ditemukan kasus HIV/Aids. Sedangkan kecamatan dengan kasus paling banyak ada di Kecamatan Karanganyar dengan total kasus 20 penderita, disusul Tirto 19 orang, dan Kesesi 12 orang penderita.
Menurutnya, penyebaran wabah HIV/Aids didominasi faktor hubungan seks berisiko. Hal inilah yang mendorong pihaknya melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dimana sasarannya adalah para siswa. “Memperingati Hari Aids Sedunia yang jatuh setiap tanggal 1 Desember ini, kami bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Pekalongan gencar sosialisasi ke sekolah-sekolah. Sasarannya adalah generasi muda agar mereka mengetahui bagaimana bahaya seks bebas. Bagaimanapun, seks berisiko merupakan faktor paling besar terkait penyebaran HIV,” kata dia.
Terbukanya akses internet, lanjut dia, tidak hanya memberikan dampak positif bagi generasi muda. Lewat internet, mereka juga bisa membuka akses negatif seperti tayangan-tayangan yang tidak senonoh.
“Sekarang akses yang terbuka luas, seperti tayangan-tayangan di internet dapat merangsang generasi muda untuk mencoba-coba. Kalau tidak tahu, akhirnya mereka bisa sembarangan memenuhi hasratnya itu dengan jajan sembarangan. Nah, lewat sosialisasi ini, kami mencoba memberikan pemahaman kepada mereka bahaya seks bebas yang dapat menjadi faktor penyebaran HIV,” jelasnya. (yan)

Kakek 60 Tahun Cabuli Belasan Bocah

Pekalongan, Suara Komunitas. - Sungguh bejad kelakuan Totok Sunarto (60) warga Poncol Kecamatan Pekalongan Timur - Jawa Tengah, kakek ini tega menyodomi belasan anak-anak dengan iming-iming uang 100 ribuan setiap kali melayaninya. Akibat perbuatannya, kini dirinya diamankan Satreskrim Polres Pekalongan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Selasa (1/12).
Kakek tujuh cucu itu dilaporkan atas kasus pencabulan terhadap seorang remaja pria berusia belasan tahun berinisial A (16).
Kepada polisi, pria yang sudah memiliki seorang istri dan lima orang anak itu mengelak jika perbuatannya itu dilakukan atas dasar paksaan. Menurut tersangka, perbuatan sodomi kepada korban dilakukan atas dasar suka sama suka. “Saya nggak melakukan pemaksaan, tetapi memang antara saya dan korban mau sama mau. Saya dan A sudah kenal dan berhubungan sejak lama, sejak dia masih SMP,” ungkap pelaku.
Bahkan, pelaku mengaku bahwa berbuatan cabul antar sesama jenis itu tak hanya dilakukan terhadap seorang remaja, tetapi juga dengan belasan pria lain. Beberapa diantaranya masih remaja, dan beberapa lainnya sudah berusia dewasa. “Semuanya juga tidak dengan paksaan, tetapi memang suka sama suka. Seingat saya, saya melakukannya sudah dengan 12 orang,” ungkapnya.
Saat ini pelaku masih terus diperiksa oleh petugas PPA secara intensif. Karena dikemungkinkan korbannya masih bisa bertambah. Karena aksinya menggunakan iming-ming uang, ratusan ribu. Polisi juga akan mendatangkan psikolog untuk mengetahui secara mendasar alasan pelaku melakukan perbuatannya.
Atas perilaku bejatnya tersebut, polisi akan menjerat tersangka dengan pasal 292 KUHP dan atau pasal 82 Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. (b)
Sumber: suarakomunitas.net

rakom

Song Play

Suarakomunitas

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. radio Komunitas PPK Fm Sragi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger